Sebegitu Sulitkah?

ilustrasi diambil dari mbah google
Pagi ini setelah melakukan aktivitas seperti biasa, saya membuka eramuslim(dot)com sambil tiduran (baca : malas-malasan) karena gak ada jadwal kuliah pagi. Hmmm.. ada berita apa hari ini ya? Dan akhirnya saya tertarik membuka judul berita "Nasib Busyro Muqaddas dan Kaum Hedonis DPR". Judul yang cukup unik untuk dibaca. Dan terbukti berita ini menjadi terpopuler di eramuslim.

Baik, yang ingin saya soroti adalah sebegitu sulitkah menegakkan kebenaran di negeri ini?? Ketika Pak Busyro sebagai pimpinan KPK membeberkan gaya hidup para anggota DPR (walaupun tidak semua tapi mendominasi) yang sangat hedonis. Beliau mengatakan ada kekayaan anggota DPR yang mencapai 20an Milyar. Padahal jika dihitung dari Take Home Pay nya, mustahil bisa memperoleh kekayaan sebesar itu. Ada lagi yang lain, anggota DPR yang membangun rumah 4 tingkat di kawasan perkampungan. Terkesan tidak memiliki nurani sebagai wakil rakyat.


Beliau mengatakan bahwa banyak anggota DPR yang dulunya makan nasi Warteg yang harganya hanya lima ribu rupiah dengan tahu tempe. Tapi setelah menjadi anggota DPR, pergerakannya dari lobi ke lobi hotel, nongkrong di sturbug, dan angkringan-angkringan berkelas lainnya. Hmmmm.. pedas memang.

Dan ini malah ditentang oleh komisi III DPR hingga berujung penggeseran Pak Busyro sebagai pimpinan KPK. Mereka berdalih, Pak Busyro lebih banyak memperhatikan gaya hidup orang lain daripada memberantas korupsi.

Pertanyaannya saya ulang kembali, sebegitu sulitkah menegakkan kebenaran di negeri ini? Haruskah jabatan yang dipertaruhkan untuk menyatakan kebenaran?

Inilah fenomena negeri ini. Mari kita muhasabahi dan kita perbaiki.

10 komentar:

  1. Menyedihkan... sangat menyedihkan...
    Mengapa begitu sulitnya utk berubah menjadi baik ya?

    BalasHapus
  2. Di kotaku, mantan2 anggota dewan atau yg masih menjabat sbg anggota dewan memang dulunya mereka bukanlah siapa2. Tapi begitu menjadi anggota dewan yg terhormat, mereka memang berubah menjadi sesuatu. :)

    BalasHapus
  3. Itulah Gan kenyataan yg ada dinegeri kita,yang menyedihkan mereka dipilih oleh kita dengan tulus untuk kesejahteraan rakyat.Semoga saja wakil kita tak bertingkah lagi setelah merebak berita ini.Nice post,makasih dah di share.Happy blogging.

    BalasHapus
  4. menyedihkan ya bukannya ngaca malah bilang sibuk ngurusin gaya hidup orang lain, justru mereka ngerasa banget ya kalau begitu

    BalasHapus
  5. sudah jelaslah mereka banyak sampingannya itu.

    BalasHapus
  6. memang sulit nak muda..sulit bagi mereka yang memandang bahwa kebenaran tak layak tegak di negeri ini....

    BalasHapus
  7. ass
    menegakkan kebenaran di negeri kita memang sulit ,
    tapi tetap berusaha walaupun dengan kesabaran.

    BalasHapus
  8. begitulah sulitnya klo kita sendiri yg diterpa kepragmatisan.. agak sulit memang.. serius, sulit apalagi klo sudah ada dalam posisi yg nyaman,,

    BalasHapus
  9. pemikiran pejabat pada ribet semua..

    BalasHapus
  10. Ehm...skarang ketua KPKnya orng makassar lho.
    #teruskenapa

    BalasHapus

Silakan dikomentari ya. Klik subscribe by email untuk notifikasi balasan. Terimakasih.