Mengingat Kembali Esensi Sumpah Pemuda

Kami putra putri Indonesia
Mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah Indonesia.
Kami putra putri Indonesia
Mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Kami putra putri Indonesia
Menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Ikrarkanlah bait itu dengan hati yang tulus dan murni. Karena sesungguhnya pada 28 Oktober 1928 lalu telah banyak tetesan peluh yang membanjiri Indonesia demi memperjuangkan kelahirannya. Inilah lompatan yang menyulut semangat di 17 Agustus 1945.



Berbicara masalah sumpah pemuda, pastilah kita mengingat tentang generasi penerus bangsa yang diemban oleh pemuda. Maka tak heran jika Soekarno mengatakan, "Berilah aku 10 pemuda maka aku akan goncangkan dunia."

Sekarang mari kita refleksikan dengan keadaan saat ini. Apakah pemuda Indonesia sudah sesuai dengan pengharapan para perintis sumpah pemuda? Apakah ada di antara kita yang secerdas Moehammad Yamin dalam menyatukan pemuda-pemuda? Ataukah ada di antara kita yang sepeduli Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro tentang kepedulian terhadap pendidikan bangsa?

Saya yakin ada. Tapi hanya segelintir saja. Maka, kitalah yang harus meramaikannya. Jangan hanya bisa turun ke jalan membuat kemacetan. Tapi datanglah dengan kemampuan memberikan ide dan kontribusi pada bangsa.

6 komentar:

  1. yup...
    bersuara lantang tanpa suara tetapi dengan karya *seperti yg disuarakan salah satu iklan, hehe*

    semoga kita tak hanya berkoar dapat menyebutkan dengan tepat isi sumpah pemuda tapi juga menerapkan esensinya dalam kehidupan nyata ^^

    BalasHapus
  2. syukuri lah masih ada pemuda-pemudi yang agaknya masih peduli terhadap bangsa ini.

    BalasHapus
  3. semoga indonesia jadi lebih baik,,
    saya yakin lebih dari 10 bahkan 100 pemuda yang diminta pak karno pun ada..

    BalasHapus
  4. Saatnya Pemuda Indonesia menjadi garda terdepan Republik Indonesia :)

    BalasHapus
  5. kami pemuda indonesia...
    yang akan menjunjung tinggi indonesia..
    *ning bareng2 yo, nek dewe kabotan njunjung wong sak brayat..hhe*

    BalasHapus

Silakan dikomentari ya. Klik subscribe by email untuk notifikasi balasan. Terimakasih.