Tabiat Penjual di Pasaran

Agak aneh memang belanja baju setelah hari raya. Tapi itu yang aku lakuin dengan omak dan kakak ku. Soalnya kebutuhan akan baju yang dibeli itu bukan untuk pas hari raya. Tapi untuk kuliah. Maklum, baju kuliah udah setahun dicuci dengan air keruh. Jadi kondisinya cukup memprihatinkan.

Sambil bawain barang belanjaan yang beratnya na'udzubilah, gak ada kerjaan aku iseng memperhatikan tingkah laku para penjual di pasar. *belinya bukan di mall, soalnya kualitasnya sama aja, lagian ini jauh lebih murah..hehehe. Mayoritas penjual adalah perempuan. Nah, mulai dari suara, cara bicara, menyambut pembeli, semuanya punya karakter masing-masing. Ada yang suara kayak kenek angkot, suara lembut, suara serak, bahkan sampe suara sopran pun ada. Tapi suara memang kayaknya gak jadi faktor laku enggaknya barang dagangan. yah, asal bisa ngomong aja udah cukuplah.

Yang paling penting itu kayaknya cara bicara, dan kesopanan dalam menyambut pembeli. Kesan pertama harus menggoda. Ada nih seorang penjual yang gayanya kaleeem banget. Kebetulan ibu ku singgah ke lapak tuh penjual. Dari gaya bicaranya udah sopan banget. Jadi deh ibuku nawar-nawar barang dagangannya.

Ada juga yang gampang emosi. Maklum, ibuku kalo nawar itu melebihi setengah harga. Contoh ada barang harga Rp 70.000. Ibuku bilang, " Rp 20.000 bisa dek?." Dengan sedikit emosi si penjual bilang, "Bah, ibu ini pelit kali lah." *kalo di betawi kan, "Seet..dah.. ibu ini pelit banget sih."

Yang namanya tawar-menawarkan udah jadi hak pembeli. Kecuali di supermarket yang udah ada bandroll harganya. Gak lucu dong kalo kita tetap nawar pas bayar di kasir, "Dek, yang ini segini aja ya, yang itu terlalu mahal kayaknya." Langsung deh diseret sekuriti setempat.

Setelah berpikir sambil keringatan membawa barang-barang, kayaknya kunci utama untuk sukses dalam berdagang di pasar adalah komunikasi. Kalo pembeli udah senang dengan cara ngomong kita, pasti negoisasi dan lobilisasi akan berjalan dengan baik.

Dan yang pasti, orang yang mampu berkomunikasi dengan baik, adalah orang yang pandai melihat situasi. Makanya, kita kudu terus waspada atas segala yang terjadi di sekitar kita. Kalo mau sukses jalannya gak mulus. Ada liku dan lubang yang harus kita hadapi. Ilmu softskill lah yang akan membantu kita dalam menghadapi semuanya.

Liat deh, mau jadi pedagang sukses aja mesti punya ilmu softskill. Gimana mau jadi pejabat?

5 komentar:

  1. salam sahabat
    ehm baru tahu yang ini,sebenarnya yang sangat mencolok itu disaat terjadi tawar menawar bagaimana penyampaian dan responnya ok good luck ya

    BalasHapus
  2. ibu chika juga pedagang
    selain komunikasi yang paling penting dari seorang pedagang adalah kejujuran :)

    BalasHapus
  3. komunikasi emang penting di segala hal..:)

    BalasHapus
  4. MET MLM.....kudu pinter2 klo mau jd pedagang apa lg dengan banyaknya saingan...so...berapaun harganya yg penting kwalitasnya,belom tentu yg di pajang di mall lebih baik kwalitasnya...

    BalasHapus
  5. Yang mulai kan pedagang sendiri, menaikkan harga terlalu banyak. Jadi, ibu-ibu pun menawar lebih dari setengah.

    Soal pejabat, malah tak butuh softskill, asal punya orang yang bs menjadikannya pejabat. :-)

    BalasHapus

Silakan dikomentari ya. Klik subscribe by email untuk notifikasi balasan. Terimakasih.