Pantaskah Kita Meninggalkan Ramadhan?

Tak terasa Bulan suci penuh berkah ini telah kita lewati selama 29 hari. Setiap detik yang berganti menit, menit yang berganti jam, selalu ada kisah-kisah yang menakjubkan di bulan Ramadhan. Ketika awal Ramadhan, mesjid diramaikan oleh umatnya. satu hari yang tak akan pernah terjadi di bulan selain Ramadhan.

Sekarang mari kita kembali merenungi apa yang telah kita perbuat di Ramadhan kali ini. Sudah pantaskah kita beranjak menjadi insan yang taqwa di bulan-bulan berikutnya? Apa kita sama sekali tidak merasakan kehebatan dalam 30 hari kebelakang? Mudah-mudahan kita tidak termasuk di dalamnya.

Kualitas keimanan kita sangatlah jauh dibandingkan dengan para sahabat. Ketika di akhir-akhir Ramadhan, mereka menangis sejadi-jadinya seakan tak rela meninggalkan bulan pernah berkah ini. Apakah akan berjumpa lagi dengan suasana yang hanya terjadi di bulan Ramadhan? Ataukah ini Ramadhan terakhir baginya. Sungguh, kita semua terus berharap agar Ramadhan ini bukanlah yang terakhir bagi kita. Bulan ini adalah sumber pahala dan bekal kita di akhirat kelak.

Lantas bagaimana dengan keadaan kita? Apakah di akhir bulan Ramadhan ini kita juga merasa sedih? Atau kita malah menanti hari raya dengan baju baru yang kita anggap suci? Sudah benar-benar sucikah kita sehingga kita sangat semangat menyambut bulan Syawal? Jika iya, apakah pembuktiannya dengan memenuhi Mall ataupun pasar dengan menghabiskan sebagian besar pendapatan kita demi tampak hebat di hari raya? Apakah dengan meledakkan mercon kita sudah membuktikan bahwa kita berhasil melewati Ramadhan? Bukan, jawabannya ada di 11 bulan setelah ini.

"Ya Allah, mungkin kami bukan tergolong orang-orang yang banyak merenggut nikmat Ramadhan Mu, tapi kami adalah orang-orang yang berharap akan ridho dan maghfiroh Mu. Jadikanlah ya Allah segala permohonan kami.

Ya Allah, setelah target tertulis, setelah cita terpikir, seakan tiada semangat yang hadir tercipta. Sekarang dan esok hadirkanlah ya Allah demi keutuhan iman kami. Karena kami orang yang lemah ya Robb, seperti ombak yang selalu mengikuti angin walau itu tak terarah
.

Ya Allah, jumpakanlah kami kembali dengan Bulan penuh berkah, penuh ampunan ini. Kami rindu akan suasana ini kembali.

Engkau yang memiliki segala kuasa atas kehendak kami. Kabulkanlah segala pinta dan permohonan. Hanya kepadaMu lah kami menyembah dan memohon pertolongan."

6 komentar:

  1. Erm, saya mah ngerasa sedih euy ninggalin bulan ramadhan ini. Saya belum melakukan sesuatu yang bisa membuat saya lebih baik.. :(

    BalasHapus
  2. semoga kita bisa bertemu ramadhan taun depan.:)

    selamat idul fitri ya. mohon maaf lahir bathin.:)

    BalasHapus
  3. berkunjung untuk mengucapkan, seLamat hari raya iduL fitri 1431 H.

    biLa sekiranya seLama ini saya daLam perkataan maupun priLaku ada yang kurang berkenan di hati, mohon maaf Lahir dan batin. begitupun sebaLiknya. trims.

    BalasHapus
  4. ramadhan seharusnya menjadi bulan latihan untuk kita meenghadapi 11 bulan kedepan, namun banyak yang melupakan semuanya setelah ramadhan....

    selamat hari raya

    BalasHapus
  5. Smg semangat Ramadhan tetaplah terbawa dlm kehidupan kita pd 11 bulan yg lain & kita ditakdirkan oleh Alloh SWT utk dpt berjumpa dgn Ramadhan thn depan .. amiin

    BalasHapus
  6. Dzieki za ciekawe informacje

    BalasHapus

Silakan dikomentari ya. Klik subscribe by email untuk notifikasi balasan. Terimakasih.