Gedung DPR Miring?

Ntah harus bangga atau miris melihatnya. Akibat gempa Tasikmalaya yang terjadi beberapa waktu silam, dikabarkan gedung DPR RI ini mengalami kemiringan 7 derajat. Seperti yang dilansir dari detiknews, bahwa gedung Nusantara I mengalami kemiringan. Hal ini membuat para penghuni (baca : wakil rakyat) merasa resah dan tidak tenang.

Anggaran yang sebelumnya hanya 250 milyar, akan diajukan menjadi 1.8 Triliyun untuk renovasi total. Dikatakan oleh Pak Priyo bahwa gedung tersebut memang sudah kelebihan muatan *kayak angkot aja bisa kelebihan muatan. Tidak hanya para anggota DPR, tapi juga dipakai oleh staf-staf. Jadi mungkin ini merupakan salah satu penyebab insiden ini.

Kalo kita jalan-jalan ke Eropa yaitu Jerman, anggota legislatif di sana lebih memilih mempertahankan gedung DPR yang sudah berumur 116 tahun. Mereka mengaggap gedung tersebut memiliki histori sendiri. Sangat kontradiktif dengan yang terjadi di Indonesia. Para petinggi kita malah menginginkan gedung baru.

Akhir-akhir ini banyak sekali permintaan para pemerintah kita tercinta. Mulai dari laptop, mobil dinas, sampai gedung DPR. Memang Indonesia adalah negera berkembang yang butuh pembangunan, tapi masih banyak yang lebih penting untuk dibangun terutama pembangunan mental bangsa seperti kata bu Mega. Kalo menurut hemat saya, lebih baik yang diganti itu penghuninya bukan gedungnya. Diganti dengan yang lebih beretiket dan bermartabat. Lihatlah sidang paripurna yang baru-baru ini dilaksanakan. Ada salah satu anggota DPR yang berkata-kata kasar yang sepertinya bukan mencirikan seorang wakil rakyat. Kalau sudah seperti ini siapa yang harus disalahkan?

Yah, kita sebagai orang yang hanya bisa bicara punya satu kekuatan yang hakiki. Itulah doa. Mari kita doakan supaya gedung DPR bisa normal lagi seperti semula, dan seluruh jajaran pemerintahan tidak ikutan miring seperti yang dialami si gedung.

0 comments:

Silakan dikomentari ya. Klik subscribe by email untuk notifikasi balasan. Terimakasih.