Bu Sri, Berprestasi atau Lari?

Baru-baru ini halaman home pesbuk dipenuhi dengan status berkaitan dengan Bu Sri Mulyani, sang Menteri terbaik (baca : Menteri Keuangan). Emang ada apa sih? Ya apalagi kalau bukan keputusan Bu Sri yang untuk mengundurkan diri dari posisinya sebagai Menteri Keuangan.

Setelah mengundang respon publik dari kasus Bank Century, Bu Sri kembali membuat ritme pemerintahan Indonesia tergoyang. Alasannya adalah beliau dipanggil pihak Bank Dunia untuk mengisi jabatan sebagai Managing Direktor di Bank Dunia yang bertempat di Washington DC *saya bermimpi untuk kuliah di sini. Suatu yang sangat membanggakan bagi Indonesia bahwa ada putri kita yang berkualitas hingga di dunia.

Tapi sepertinya ini terjadi pada saat yang tidak tepat. Tidak semua pihak setuju atas peristiwa ini. Diketahui bahwa Bu Sri sedang menjalani pemeriksaan KPK terkait kasus Bank Century. Sehingga ada yang menduga bahwa ini adalah skenario melarikan diri bagi Bu Sri. Seperti yang dikatakan LSM Koalisi Antiutang (KAU) bahwa Bank Dunia telah melecehkan kedaulatan politik dan hukum Indonesia dengan menunjuk Sri Mulyani Indrawati sebagai Managing Director Bank Dunia. Eits, Alasannya ya gara-gara Bu Sri lagi menjalani pemeriksaan.

Yang patut dicurigai lagi bahwa ini bukan kali pertama terjadi di Indonesia. seperti yang di lansir dari kompas, Tindakan serupa dilakukan Bank Dunia pada tahun 2004 terhadap seorang pejabat negara tersangka kasus korupsi proyek privatisasi PT Jakarta International Container Terminal (JICT). Nah pejabat itu diangkat menjadi utusan negara-negara ASEAN di Bank Dunia selama dua tahun hingga akhirnya kasus hukumnya “dipetieskan.”

Jadi siapa yang bener ya? Saya pribadi sebagai mahasiswa Sekolah Tinggi Akuntansi Negara yang di bawah asuhan Kementrian Keuangan juga tidak mengerti akan sandiwara perpolitikan di negeri ini. Ntah siapa yang mau dibela. Yang jelas kebenaran itu masih ada.

Saya bukan orang yang meyakini kebenaran hanya dari kuantitas pemilih kebenaran tersebut. Karena saya yakin bahwa Bu Sri, Bank Dunia, Pak SBY, maupun seluruh jajaran pemerintahan Indonesia, masih mempunyai hati yang selalu menyerukan kebenaran. Tinggal menunggu seruan itu bersatu padu hingga terdengar ke seluruh pelosok negeri ini.

3 komentar:

  1. kalo aq jadi beliau di... justru kalo aq salah aq g kan pergi dari sini... ksatria donk, berani berbuat berani bertanggung jawab...
    Kalo aq bener, aq malah g pikir panjang, langsung aq ambil kesempatan itu... buat apa di negara sendiri dihujani batu, mending di negara orang dihujani emas... beribadah dan beraktivitas pun jadi tenang... singkatnya HIJRAH

    BalasHapus
  2. @ardit
    setuju dit.. tapi yang sulit itu menentukan seorang benar atau gak.. mudah2an Allah swt senantiasa memberi petunjuk atas kebenaran semuanya. Amin..

    BalasHapus
  3. gw sedih wisuda nya ngga sama SMI lagi.. T.T

    BalasHapus

Silakan dikomentari ya. Klik subscribe by email untuk notifikasi balasan. Terimakasih.