Ujian Nasional? Sangat Mencemaskan...

Sepertinya kericuhan ujian nasional sering terjadi beberapa bulan belakangan ini. Mulai dari pro kontra diadakannya ujian nasional sampai tingkat kelulusan yang menurun dibandingkan tahun 2009 lalu. Sekelumit kisah tentang siswa yang tidak lulus ujian pun mulai meramaikan pemberitaan di televisi.

Seperti yang dilansir dari tvone, disebutkan bahwa tingkat kelulusan Ujian Nasional (UN) siswa SMA dan MA tahun 2010 secara nasional mengalami penurunan sebesar 4 persen bila dibanding tahun 2009 lalu, yakni dari 93,74 persen menjadi 89,88 persen. Empat persen itu berjumlah 154.079 orang. Bukan jumlah yang sedikit tentunya.

Satu hal yang membuat saya miris adalah alasan mengapa penurunan ini terjadi. Menurut mendiknas, salah satu faktor penyebabnya adalah pengawasan UN yang lebih ketat. Sehingga siswa mengerjakan soal sesuai dengan kemampuan diri sendiri. Sungguh sebuah keironisan. Berarti beliau beranggapan bahwa ujian nasional sebelumnya siswa tidak sepenuhnya mengerjakan soal dengan kemampuan sendiri. Jadi dengan kemampuan siapakah mereka mengerjakannya? Kemampuan pengawas? Atau bahkan kemampuan pengajar bimbingan?

Sebenarnya siapa yang patut disalahkan? Tenaga pengajar, siswa, pemerintah ataukah bimbingan? Menurut hemat saya, tidak ada yang bisa disalahkan. Kalau mau menyalahkan, salahkan semua unsur yang terkait dengan ujian nasional. Tapi kita tidak bisa melakukannya. Kita adalah negara berkembang. Baik dalam sektor ekonomi maupun pendidikan. Satu hal yang perlu dirubah dari jati diri bangsa ini adalah jangan hanya mau menunggu. Berbuatlah dengan bijak. Jika kita sudah mengetahui akan dilaksanakan ujian nasional, maka berbuatlah untuk diri kita. Jangan hanya menunggu suatu keajaiban yang membuat kita bisa lulus tanpa usaha. Jika hal ini tidak diperhatikan, maka yakinlah, tahun 2011, penurunan kelulusan ujian nasional pun akan berlanjut.

Kalau boleh kita ambil contoh negara lain, di Singapore, juga diadakan ujian negara untuk menentukan kelulusan siswa nya. Tapi mereka tidak mengalami polemik yang berkepanjangan seperti kita. Karena mereka punya persiapan untuk menghadapi ujian nasional. Saya tidak mengatakan bahwa kita tidak punya persiapan. Ada, tapi sedikit. Yang sedikit itu tak akan berarti untuk sekian banyak peserta ujian nasional. Maka kawan-kawan ku semua, khususnya adik-adik ku yang akan mengikuti ujian nasional 2011, persiapkan diri kalian dari sekarang. Lakukan hal-hal yang pantas dilakukan. Terapkan ilmu yang kalian dapati selama duduk di bangku sekolahan. Terutama kejujuran dan kearifan.

Sebenarnya saya termasuk orang-orang yang tidak setuju dengan kebijakan penghapusan ujian nasional. Mengapa? Sebab saya menganggap bahwa ujian nasional itu adalah standar kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap siswa yang mau melanjutkan study ke jenjang yang lebih tinggi. Baik itu dunia perkuliahan, maupun dunia kerja. Apa jadinya bahwa kemampuan standar nasional tidak kita kuasai? Bagaimana lagi jika diuji dengan standar internasional? Pastinya kita bukan termasuk orang-orang yang dianggap.

Untuk adik-adik yang belum lulus ujian nasional 2010 ini, bersabarlah. Hadapilah ujian ulangan dengan sungguh-sungguh. Pasti ada hikmah dibalik ini semua. Tawakal dan serahkan kepada Tuhan yang Maha kuasa. InsyaAllah bila disertai dengan ikhtiar yang sepadan, kalian juga akan termasuk orang-orang yang meneriakkan kelulusan dan ucapan selamat tinggal pada bangku sekolah. Tetap semangat!

8 komentar:

  1. gausah di apusin juga ga papa kak.
    asal standart kelulusan tiap wilayah di bedain juga ga papa la. masa ia yang di pedalaman disamain sama di kota. ya jelas beda kan ?
    dari segi fasilitas aja udah beda. kalau mau di standart nasional kan, pemerintah harusnya juga usaha se maximal mungkin buat fasilitas2 murid sama rata di Indonesia.

    BalasHapus
  2. @VIIRARA`s story
    yah, itu tugas kita semua buat menyamaratakan kualitas pendidikan di indonesia..

    BalasHapus
  3. yah kak, gimana bisa kita semua nyamaratain. kita bisa apa sih kak ? suara kita aja jarang -mungkin gapernah- bener bener di dengar pemerintah.
    bayangin aja, udah banyak yang ga lulus, tetap aja yang disalahin muridnya. ga etis

    BalasHapus
  4. dem
    you post a post every day???
    man, you really are active
    do you do blogwalking?

    BalasHapus
  5. @VIIRARA`s story
    yah memang gak sepenuhnya murid betul sih.. buktinya masih banyakan yang lulus kan? berarti untuk beberapa murid yang gak lulus itu kebanyakan memang bermasalah...

    @deadyrizky
    hha,, iya mas.. kalo gak ngthread sehari rasanya ada yang kurang.. blogwalking? pasti mas... ngeliatin blog orang salah satu hobi saya jugak.hhe

    BalasHapus
  6. yang mungkin. tapi tetap aja ada murid yang walaupun ga begitu pintar ga lulus. padahal yang bisa dibilang kurang sekurang-kurangnya dilulusin. tetep ga adil kan ?

    BalasHapus
  7. @VIIRARA`s story
    ya, memang manusia tak bisa berbuat adil ira. yang adil itu hanya Allah swt.hhe

    BalasHapus
  8. ia kak memang. tapi kita kan dalam konteks ini -ceile bahasanya- ngomongin sesama manusia. ya harusnya kalo pemerintah memang mau merata, ya buat fasilitas merata juga kualitasnya. kan kasian yang dipedalaman.

    BalasHapus

Silakan dikomentari ya. Klik subscribe by email untuk notifikasi balasan. Terimakasih.