Sekarang Saatnya Tertawa

Ditengah rumitnya masalah dunia ini, sudah jarang kita menemukan sekumpulan orang-orang yang sedang tertawa bahagia melihat indahnya dunia. Tapi mencari segerombolan orang yang sedang mengernyitkan dahi sangat gampang. Haruskah kita menghadapi dilema kerusuhan duniawi dengan hati panas dan emosi? Tentu bukan demikian jawabnya. Dengan tertawa, kita akan lebih mudah menemukan kunci permasalahan. Pikiran lebih terbuka dan bertujuan. Jangan ragu untuk menampakkan gigimu yang putih cemerlang.

Jika kau tidak menemukan orang-orang yang seperti itu, maka mulailah dengan dirimu sendiri. Lihatlah betapa besar pengaruh yang akan engkau dapatkan dengan emosi yang menyertaimu. Kekuatan senyum itu seperti sebuah virus yang dengan sangat cepat menular melalui medium apapun. Buktinya, takkan ada orang yang tak membalas senyum kita kecuali ia gila.


Seyum itu ibadah. Pada dasarnya kembali bermanfaat bagi diri kita sendiri. Usahakan serumit apapun masalah itu tetap kita hadapi dengan senyuman. Karena dengan senyuman masalah itu akan semakin mengecil dengan sendirinya. Dan kita akan beranggapan bahwa masalah bukanlah masalah apabila tidak dianggap sebagai masalah. Karena segala sesuatu adalah apa yang kita pikirkan. Segala sesuatu adalah yang dilaksanakan.

Maka dari itu kawan, tertawalah sepuas hatimu. Tak ada cream wajah manapun yang bisa menandingi keampuhan tawa. Dengan tawa wajah akan tampak lebih muda. Dan sekali lagi, tertawa itu gratis. Jadi apalagi yang ditunggu? Tertawa lah sebelum tawa itu berbayar dan berpajak.


Saidi Alhady, Bintaro 10 April 2010

2 komentar:

  1. assalamualaikum wr wb....
    smoga menjadi ladang amal dalam berbagi dengan saudara2 yang lain, bukan menjadi ladang yang selama ini menjadi ke banggan di balik senyum semut2 tipis...

    BalasHapus
  2. wa'alaikmsalam.
    InsyaAllah akh. Tapi maksud ladang yang selama ini menjadi kebanggaan di balik senyum semut2 tipi apa ya akh? ketinggian bahasanya..

    BalasHapus

Silakan dikomentari ya. Klik subscribe by email untuk notifikasi balasan. Terimakasih.