Patutkah Rokok diharamkan?

Ya, pertanyaan itulah yang kerap kali kita jumpai dikalangan para perokok yang mendengar fatwa muhammadiyah bahwa rokok itu haram. Banyak hal yang terjadi apabila rokok diharamkan untuk dikonsumsi. Dari segi ekonomi dan ketenagakerjaan, ini sangat berpengaruh. Berapa buruh pabrik yang akan dipecat apabila rokok pun tak lagi laku dipasaran. Berapa milyar pendapatan negara berkurang akibat penurunan produksi rokok ini. Namun itu semua harus menjadi resiko. Tapi petanyaannya, kenapa tak dari dulu rokok itu diharamkan? Apakah pengetahuan kita tentang efek buruk rokok baru sekarang? Saya kira tidak. Entahlah, mudah-mudahan fatwa ini tidak sesat lagi menyesatkan. Karena memang segala sesuatu yang merugikan diri sendiri dan orang lain itu haram. Namun tak segampang itu memfatwakan keharaman suatu benda.

Baiklah, disini saya tidak akan membahas tentang pengharaman rokok. Tapi saya akan membahas masalah bahaya rokok dari sudut pengetahuan. Ini saya kutip dari forum yang saya baca

KOMPOSISI ROKOK

Selain tembakau, rokok mengandung kertas yang terbuat dari muatan selulosa dan bahan2 kimia yang memberikan warna putih, asap yang baik dan pembakaran yang halus. Kertas tersebut ditutup menggunakan lem dan sering mengandung tinta buatan monogram (berwarna tunggal).
Filter rokok sebenarnya merupakan bagian yang rumit yang terdiri dari empat bagian. Pada dasarnya, filter terbuat dari serat yang dilekatkan menggunakan perekat dan juga mengandung zat kimia tambahan yang membuat rasanya enak serta mempercepat pengiriman nikotin kepada otak perokok.
Filter rokok juga menentukan jenis rokok “light” atau “ultra-light”. Merek low tar/low nikotine memiliki filter yang berlubang kecil2. Lubang ini dipakai untuk meniupkan udara luar ke dalam rokok, sehingga mengurangi taraf tembakau/nikotine (menurut teori gas).

BAHAYA MEROKOK OLEH NIKOTINE

Salah satu bahaya utama dalam merokok disebabkan oleh nikotine. Nikotine terdapat pada tembakau secara alamiah. Nikotine tidak berbau dan tidak berwarna, tetapi menyebabkan kecanduan secara fisik maupun psikologis, sehingga menyebabkan perokok ingin terus merokok.
Nikotine memasuki tubuh sebagai tetesan kecil pada partikel dari getah tembakau. Terhirup ke dalam paru2 dan dengan cepat memasuki aliran darah hingga mencapai otak dalam waktu 10 detik . Kemudian 5-10 detik berikutnya sudah menyebar ke seluruh tubuh.
Nikotine bekerja meningkatkan laju detak jantung dan tekanan darah. Perokok akan merasa lebih terjaga dan santai/relax. Dalam waktu kurang dari 30 menit, sebagian nikotine akan meninggalkan aliran darah sehingga perokok mulai merasa kurang terjaga, dan menjadi kurang tenang.
Jadi perokok akan mencari rokok yang baru untuk menenangkannya. Seiring waktu perokok akan membutuhkan lebih banyak rokok sepanjang hari untuk memenuhi kecanduannya.

BAHAYA MEROKOK OLEH GETAH TEMBAKAU

Getah tembakau dapat terkumpul pada cabang tenggorokan ke paru2. Asap yang panas akan membakar proyeksi kecil seukuran rambut (cilia) yang bermanfaat menyaring partikel berbahaya sebelum memasuki paru2.

KARBON MONOKSIDA

Merokok juga meningkatkan kadar karbon monoksida dalam paru2. Gas beracun ini dengan cepat diserap oleh darah dan mengurangi kapasitasnya untuk membawa oksigen. Akibatnya, perokok membutuhkan usaha fisik yang lebih besar agar darah membawa oksigen daripada yang bukan perokok. Jantung akan bekerja lebih keras, khususnya saat gerak badan yang berat. Peningkatan kadar monoksida dalam darah dapat menurunkan ketajaman penglihatan, persepsi waktu, dan koordinasi gerak tubuh.

PENYAKIT

Beberapa penyakit yang dapat disebabkan oleh pengaruh rokok ialah kanker paru2, gangguan pernafasan, dan penyakit jantung. Bahaya penyakit tersebut meningkat setiap tahunnya. Gangguan pernafasan tertentu merupakan akibat dari rokok. Akibat lainnya, menurunkan kapabilitas untuk menikmati kegiatan fisik karena penyakit atau efek dari gangguan pernafasan. Merokok akan menurunkan tingkat harapan hidup.
Seiring waktu perokok akan memperparah gangguan pernafasan, penebalan saluran arteri, gumpalan darah beku, serta kanker : paru2, rahim/kandungan, tenggorokan , mulut, kerongkongan, kandung kemih, pankreas, ginjal, dan bengkak pada paru2. Selain itu perokok juga memperlihatkan gejala seperti penurunan stamina, performa atletis yang rendah, mendesah, batuk, pusing dan mudah muak. Kemudian perokok akan meningkatkan resistansi terhadap aliran udara ke paru2. Selain permasalahan serius tersebut, tembakau juga mengotori gigi dan jari, serta membuat nafas menjadi bau. Hingga pakaian dan tempat tinggal perokok cenderung berbau tembakau.

PEROKOK PASIF

Perokok pasif, adalah orang Yang paling dirugikan dari aktivitas merokok. Selain berisiko terserang kanker paru-paru dan penyakit jantung, perokok pasif ternyata juga dapat mengalami dementia serta gangguan kognitif dalam bentuk lain.

Dementia adalah kumpulan gejala klinik yang ditandai oleh hilangnya memori jangka pendek dan gangguan global fungsi mental termasuk fungsi bahasa. Dementia juga ditandai dengan mundurnya kemampuan berpikir abstrak, kesulitan merawat diri sendiri, perubahan perilaku, emosi labil, dan hilangnya pengenalan waktu serta tempat tanpa ada gangguan tingkat kesadaran atau situasi stres.(matanews.com)

Seperti itulah bahanya rokok terutama dari segi pengetahuan kesehatan. Dari saya pribadi, marilah kita menghindari segala yang bisa membinasakan kita sesuai dengan firman Allah swt, "Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan." (Al-baqarah 195)

Wallahu'alam bi showab

1 komentar:

Silakan dikomentari ya. Klik subscribe by email untuk notifikasi balasan. Terimakasih.