My Journey to Jakarta from Medan

3 minggu sudah kuhabiskan waktu di kota Medan tercinta. Sepertinya waktu selama itu ku lewati dengan terasa cepat. Sebagian besar aktifitas yang kulakukan adalah bermain di rumah dengan keponakanku, bercengkerama dengan ayah ibu dan kakak-kakak ku. Kegiatan yang tak pernah ada habisnya. Dan kini tibalah ketika aku harus diantarkan oleh ayah ibu beserta keponakanku ke bandara untuk menuju lahan perjuangan pendidikan, Sekolah Tnggi Akuntansi Negara.

Dengan lugunya keponakanku yang masih 3 tahun menatap lirih dan sepertinya bertanya dalam hati hendak kemana diriku ini? Tidakkah lagi ia menemani diriku bermain mobil-mobilan? Tidakkah lagi ia mau membuatku tertawa di saat aku tidak dibelikan sesuatu oleh ummi ku? Sungguh, bila itu yang dikatakannya, maka akupun akan berkata, "sebentar, tulang akan kembali sebentar lagi dengan membawa senyum yang lebih untukmu, oma dan atok."

Ketika suara petugas bandara terdengaar memanggil, maka akupun bergegas meminta izin kepada orangtuaku. Kusalam dan kucium tangan mereka dengan penuh haru dan janji. Di dalam hati, aku berjanji akan menjadi insan yang selalu membanggakan mereka. Ayah ku berpesan, "semangat ya nak, yang rajin belajar biar sukses." Kulirik ibuku dan beliau berkata, "ya IP harus di atas 3 terus ya nak." Kulihat matanya memerah seperti tak kuat menahan air mata yang akan jatuh di lantai yang menjadi saksi antara perpisahan kami untuk beberapa bulan ke depan. Semoga semua harapan mereka tak pernah kusia-siakan.

Tibalah aku menunggu pesawat di waiting room. Aku termenung sejenak sambil mengevaluasi segala yang ku dapat dalam 3 minggu ini. Sungguh banyak pelajaran baru yang kutemukan terutama tentang kekeluargaan. Aku semakin cinta kepada keluargaku. Merekalah yang membinaku semenjak kecil hingga sekarang. Keluargalah tempat aku mengadu segala keluh kesah. Tapi ketika aku tak pernah membagi kesenangan, mereka tak pernah bosan menyampaikan kabar gembira kepada ku. Aku sangat bersyukur memiliki keluarga seperti mereka.

Getaran ponsel ku membuyarkan segala yang ada. Ku baca sms yang masuk. Ternyata dari teman ku yang mengucapkan selamat jalan. Langsung kubalas dengan ucapan terimakasih telah menngingat keberangkatan ku hari ini. Dan saat itu aku sempatkan mengirim sms seseorang yang belum ku jumpai di Medan. Aku memberi tahu bahwa aku kembali kuliah di Jakarta hari ini. Alhamdulillah ia membalas dengan doa yang semakin membuatku semangat menempuh pendidikan ini.

Pintu gerbang pun dibuka. Semua penumpang langsung bergegas berdiri dan mengantri menuju pesawat. Selama kurang lebih 2 jam kami semua mengudara. Doa yang terucap di hati seluruh penumpang pun membuat kami sampai dengan selamat di Bandara Soekarno Hatta. Alhamdulillah. Satu yang kuperhatikan dalam setiap penerbangan yang kulakukan. Kepatuhan penumpang sepertinya perlu ditingkatkan terutama dalam menunggu aba-aba dari petugas awak pesawat. Banyak penumpang yang sudah membuka sabuk pengaman sebelum perintah. Ada pula yang langsung berdiri mengambil barang di bagasi atas ketika pesawat masih berjalan menuju pemarkiran sempurna. Memang ini tak mempengaruhi navigasi pesawat, namun pelanggaran-pelanggaran kecil seperti ini bisa menimbulkan kebiasaan buruk yang mungkin bisa menimbulkan perkara baru.

Kemudian akupun turun dan mengambil bagasi. Setelah itu aku pergi membeli tiket travel menuju Bintaro tempat di mana aku tinggal dan kuliah. Alhamdulillah perjalanan pun lancar sampai kosan ku. Akupun langsung membersihkan kosan dan sholat dzuhur. Dalam doa aku pun termenung kembali mengingat perjalananku hingga bisa melanjutkan study di sini. Bagaimana dukungan orangtua ku. Linangan air mata ibuku. Sungguh, aku tak ingin pernah mengecewakan mereka. InsyaAllah, aku akan menggapai masa depan yang indah. Ridho Allah azza wajalla selalu ku harapkan. Amin ya robbal 'alamin.

Nb : Khusus untuk sahabatku faisal dan rio selamat UTS! Mudah-mudahan mendapatlan hasil yang terbaik. Amin

4 komentar:

  1. mantap2. pas kali aku bacanya uda mau UTS gini. kena ah hahaha

    BalasHapus
  2. sukses UTS mu ya...

    BalasHapus
  3. makasih2. di blogmu sendiri kok anonim? haha

    BalasHapus

Silakan dikomentari ya. Klik subscribe by email untuk notifikasi balasan. Terimakasih.