Demi Tugas Cinta Ku Kandas

Apakah anda juga tersenyum setelah membaca judul diatas? Jika ya, maka kita punya respon yang sama. Saat aku berjalan menapaki jalan kecil menuju kampus perjuangan, terlihat sebuah mobil pick up yang sedang berhenti. Tak ada yang spesial dengan mobil yang satu ini. Hanya ada sticker merah bertuliskan "demi tugas cinta ku kandas". Ya, mobil inilah yang memberiku inspirasi melakukan pembahasan ini.

Kalimat itu sepertinya hanya guyonan saja. Tapi jika kita berpikir lebih, maka sepertinya ini sebuah curahan hati seseorang yang memang pernah mengalaminya. Seperti supir mobil pick up tersebut, bisa saja ia mengalami hal serupa. Demi mencari seikat uang yang berguna melangsungkan hidupnya, kota demi kota pun dilaluinya mungkin hanya sekedar mengantar barang. Mungkin seminggu atau bahkan sebulan dalam perjalanan, baru ia pulang. Bayangkan, bagaimana ia bisa mempertahankan cintanya kepada seseorang. Ya, memang demi tugas, sepertinya ia harus merelakan cintanya.

Banyak sebenarnya profesi yang menuntut untuk bepergian jauh. Mau tidak mau, harus meninggalkan keluarga di rumah. Modal kekuatannya mungkin hanya untaian senyum istri dan anaknya. Demi masa depan keluarga, sang ayah bisa tahan menahan keinginannya untuk mengecup istri dan anaknya. Mungkin di pulau sana, sang ayah selalu menitikkan air mata hanya untuk mengurangi sepersikan kerinduannya. Siapapun orang yang demikian, bersabarlah. Allah swt pasti punya alasan.

Berbicara masalah cinta, memang tak bisa dipertahankan dengan perasaan saja. Tak kan ada cinta yang bertahan tanpa usaha yang membingkainya. Cinta juga perlu makan dan minum. Mana ada lagi sepasang kekasih yang mau bertahan tanpa sesuap nasi pun yang ada. Maka dari itu, harus ada yang mengusahakannya.

Dan sekarang, sepertinya aku harus merubah judul di atas menjadi "demi cinta, aku bertugas". Semoga semua orang yang mengalami hal yang sulit dalam kisah percintaan dan pekerjaan, bisa mengatasinya dengan iman dan taqwa. Karena hanya dengan mengingatNya lah kita bisa meluruskan segala niat yang ada. Bertahanlah dengan cinta. Karena cinta itu hidup dan bergerak. Tinggal kita yang membawanya menuju kebahagiaan atau kesengsaraan. Pertahankan cinta mu. Katakan dengan indah. Yakinlah, ia akan berkata "ya".

Saidi Alhady, Bintaro 9 April 2010

1 komentar:

  1. like this Sai!!

    sesuai keadaanq... bedanya ana belum kandas... hehehe...

    BalasHapus

Silakan dikomentari ya. Klik subscribe by email untuk notifikasi balasan. Terimakasih.