Minggu, 11 April 2010

Andai Aku Jadi Menteri Keuangan

Sebutan menteri keuangan akhir-akhir ini sepertinya cukup fenomenal di telinga kita. Baru-baru ini seluruh stasiun TV dengan sangat intensif meliput tentang sepak terjang Menteri Keuangan Republik Indonesia. Inilah yang menjadi motivasi utama saya memilih tema “andai aku jadi menkeu”.

Kata andai di atas menyatakan pengharapan diri saya pribadi sebagai seorang mahasiswa diploma Sekolah Tinggi Akuntansi Negara tingkat 1 untuk menjadi seorang menteri keuangan suatu saat nanti. Tentunya pemikiran saya saat ini tidaklah se-advance para ahli politik. Tapi mudah-mudahan bisa sesuai dengan motto kementerian keuangan, nagara rakca dana.

Akhir-akhir ini sepertinya telah banyak terjadi dinamika yang mengancam eksistensi kementerian keuangan (kemenkeu). Seperti kasus Bank Century, dan terungkapnya kasus korupsi di direktorat jenderal pajak. Dengan adanya kasus-kasus tersebut, maka kebijakan remunerasi pun ikut diseret sebagai langkah yang salah. Nah, dari sekian banyak kasus yang terjadi di ruang lingkup kemenkeu, saya menilai ada sesuatu yang salah dalam batang tubuh kemenkeu itu sendiri.

Sudah tidak diragukan lagi bahwa orang-orang yang bergelut dalam departemen keuangan adalah orang-orang yang memiliki tingkat akademis di atas rata-rata. Tidak sembarang orang bisa diberikan posisi di departemen keuangan. Mereka adalah hasil dari proses seleksi yang ketat. Suatu kesempatan yang langka bisa bergabung di institusi ini. Jadi apa yang salah dalam kementerian keuangan saat ini? Jawabannya adalah moral dan idealisme. Secara pengetahuan, pelaksanaan program kerja di setiap struktur organisasi kementerian keuangan pastilah sangat memadai. Terbukti dari kebijakan-kebijakan yang kita rasakan sendiri seperti masalah fiskal, dan pengadaan anggaran negara yang pastinya sudah dirancang sedemikian rupa. Namun, bagaimana dengan pelaksanaannya? Sudahkah dijalankan dengan mengedepankan moral dan idealisme? Nah, moral dan idealisme inilah yang sangat sulit dibangun pada diri seseorang.

Andai saya menjadi seorang menteri keuangan, pastilah saya mengedepankan moral dan idealisme seluruh jajaran kementerian keuangan. Kejujuran dalam bekerja adalah yang utama dalam mengatasi korupsi. Kesederhanaan adalah jawaban atas keterpurukan perekonomian bangsa. Dan rasa cinta antar sesama adalah pondasi kekuatan lembaga. Dan jika semua telah memiliki nilai-nilai tersebut, yakinlah bahwa kemenangan menunggu kita.

Saya tidak menawarkan program anggaran negara yang baru. Saya juga tidak akan merubah sistem struktur organisasi yang ada. Tapi saya hanya menawarkan peningkatan moral. Saya akan membentuk idelaisme. Tentunya dengan kejujuran, kesederhanaan dan cinta. Ketahuilah bahwa kedamaian yang terdapat pada suatu struktur yang ada, akan membawa kita pada buih-buih segar di era yang baru. Dan pastinya kementerian akan menjadi pengawal keuangan negara yang sempurna.

Pembaca sekalian, jika anda pernah berpikir seperti yang saya pikirkan di atas, berarti anda adalah orang yang tahu keberadaan kunci kesejahteraan bangsa. Namun jika tidak, mungkin kunci itu tak akan singgah di genggaman anda. Mari bersama wujudkan Republik Indonesia yang jujur dan bermartabat.

Nb : Tulisan ini saya dedikasikan untuk berpartisipasi dalam acara BEM STAN Blog Competition. Mudah-mudahan bermanfaat untuk kita semua.



Saidi Alhady, Bintaro 11 April 2010

Artikel Terkait:

9komentar:

Poskan Komentar

Silakan dikomentari ya. Klik subscribe by email untuk notifikasi balasan. Terimakasih.