Tersenyumlah (Cerita- Cerita yang Membuat Anda Tersenyum)

Abu Salmah bin Abdurrahman bin Auf suatu hari sedang bersama beberapa orang. Kemudian mereka melihat sekelompok domba. Abu Salmah berkata,”Ya Allah,jika dalam ilmu-Mu aku akan menjadi khalifah, berilah aku minum dari susu-susu domba itu.” Kemudian mereka pun sampai ke kumpulan domba-domba itu. Tapi, setelah sampai mereka dapati ternyata semuanya adalah jantan menjangan, bukan domba.

=================================================================

Ada seorang arab badui yang dating ke mesjid, sementara imam sedang khutbah. Maka, ia pun bertanya kepada seseorang yang ada di situ,”Apa ini?” Orang itu menjawab, “Ajakan untuk makan.”Ia bertanya,”Apa yang dikatan oleh orang yang berada di mimbar itu/” Orang itu menjawab,”Dia mengatakan bahwa orang Arab Badui tidak senang makan sehingga mereka membawa pulang beberapa macam makanan.” Setelah mendengar jawaban itu, maka orang Arab Badui itu pun melangkahi orang-orang yang ada di mesjid itu hingga ia mendekat khatib, kemudian berkata,”Pak, orang-orang yang melakukan seperti yang dikatan itu hanyalah orang-orang bodoh di kalangan kami.”

=================================================================

Suatu hari Abu al-Ghusn keluar dari rumahnya di malam hari, kemudian ia menemukan di depan rumahnya ada mayat seseorang yang terbunuh. Maka, dia pun terkejut melihatnya, kemudian ia menariknya ke suimurnya dan meletakkan disana. Setelah itu orang tuanya mengetahuinya, dan mengeluarkan mayat tersebut, untuk selanjutnya dipindahkan ke tempat lain. Berikutnya ia mencekik domba hingga mati, dan melemparkannya ke sumur itu. Tidak lama kemudian keluarga orang terbunuh itu berkeliling di jalan Kufah untuk mencari mayat korban pembunuhan itu. Kemudian Abu al-Ghusnberjumpa dengan mereka, dan ia berkata kepadanya,: Di rumah kami ada mayat korban pembunuhan, mari ikut saya untuk melihatnya, apakah ia benar keluarga kalian?” Maka, mereka pun mengikutinya ke rumahnya. Ketika Abu al-ghusn melihat mayat domba yang ada di sumurnya itu, ia pun berkata,”Bapak-bapak, apakah keluarga kalian yang sedang kalian cari itu mempunyai tanduk?” Mendengar pertanyaan itu mereka pun tertawa dan meninggalkannya.

=================================================================

Suatu hari seorang Arab Badui ditanya,” Apa yang menghalangimu untuk ikut perang?” Ia menjawab,”Demi Alah, saya membenci kematian di tempat tidur saya, maka mengapa saya harus berlari menyusul kematian itu?”

Diriwayatkan bahawa seseorang pernah mengunjungi orang yang sakit, kemudian ia berkata kepadanya,”Apa penyakitmu?” Ia menjawab,” Sakit di lutut.”Ia berkata lagi,”Saya pernah mendengar satu bait syair yang diucapkan Jarir, tapi saya lupa awal syair tersebut, yang saya ingat adalah bagian akhirnya, yang berbunyi,’Dan tidaklah penyakit dua lutut itu ad obatnya.’” Mendengar perkataannya itu, orang yang sakit itu berkata,” Alangkah baiknya seandainya bagian awal syair itu hilang bersama dirimu.”

=================================================================

Diriwayatkan bahwa seorang yang agak idiot suatu hari keluar dari rumahnya sambil menggendong bayi yang berbaju merah. Setelah beberapa saat berjalan, dia pun melupakan bayi itu. Setelah itu ia berkata kepada setiap orang yang dia lihat,” Apakah engkau melihat seorang bayi yang berbaju merah?” Kemudian ada orang yang berkata padanaya,” Barangkali byi yang kau tanyakan itu adalah bayi yang sedang engkau gendong di pundakmu itu.” Mendengar hal itu, ia pun menganghkat kepalanya, dan mencubit bayi itu sambil berkata,” bocah nakal, bukankah sudah aku katakana jika engkau bersama saya, maka jangan kau pergi meninggalkan saya.”

=================================================================

Abu ‘Aun pernah bertanya kepada seseorang tentang sesuatu. Orang itu menjawab,” Kebetulan, anda bertanya kepada orang yang pakar dalam masalah ini. Karena saya pernah bertanya kepada yah saya tentang hal itu, kemudian ia menjawab,” Aku pernah bertanya kepada kakekmu tentang hal itu, kemudian ia menjawab,” Saya tidak tahu.”

=================================================================

Ada orang idiot yang mengunjungi orang sakit. Kemudian ia berkata kepada keluarganya, “Semopga Allah memberikan pahala atas kesabaran kalian menerima kematiannya.” Keluarganya menjawab,” Dia masih hidup dan belum mati.” Orang idiot itu berkata,” Dia akan mati, insya Allah.”

=================================================================

Seseorang pernah mengunjungi orang sakit yang tidak terlalu parah. Kemudian ia berkomentar,” Tak apa-apa. Jika kalian melihat ada orang sakit seperti ini, maka cucilah tangan kalin setelah menyentuhnya. Karena orang tua saya pernah sakit seperti ini, dan kemudian meninggal.”

=================================================================

Seorang pemuda pernah mengajukan syairnya puisinya kepada seorang penyair besar dan ia meminta kepadanya agar mengungkapkan pendapatnya tentang syairnya itu secara terus terang. Maka, penyair itu datang untuk meminta pendapatnya, kemudian penyair itu bertanya,” Apakah ada orang yang mengancam akan membunuhmu jika engkau tidak menulis syair-syaor ini?” Ia menjawab,”Tidak ada.” Kemudian penyair itu berklata,”Dengan demikian berarti tidak ada alas an bagimu untuk menyusun syair ini.”


dari tersenyumlah karta Dr.Aidh Al-qorni

0 comments:

Silakan dikomentari ya. Klik subscribe by email untuk notifikasi balasan. Terimakasih.