Polri Tangkap Gayus di Singapura

Polri mengamankan Gayus Tambunan di Hotel Mandarin Orchard Road Singapura. Gayus menyerahkan diri tanpa perlawanan. "Dia sudah di tangan," kata sumber detikcom, Selasa (30/3).

Gayus bersama keluarganya langsung diamankan Tim Polri yang dipimpin Kombes Pol M Iriawan. Selain itu hadir pula tim independen di lokasi menyaksikan penangkapan Gayus. Tim independen dari Polri dan Kompolnas itu jumlahnya lebih dari 10 orang. Petinggi Polri Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Ito Sumardi pun ikut bersama tim independen.

Gayus pun ditemui baik-baik dan diminta untuk menyerahkan diri. Tim yang sebagian besar dari kepolisian itu berjaga menyebar di sekitar hotel. "Karena di negara orang tidak bisa sembarang main tangkap," terang sumber itu.

Hotel tempat Gayus bersembunyi ini termasuk hotel bintang lima. Hotel berkelas ini terletak di lokasi elit tujuan wisata belanja yakni di Orchard Road. Lokasi hotel ini hanya berjarak 20.39 km dari Bandara Internasional Singapura. Layanan serba wah bisa didapatkan pengunjung tamu hotel ini. Tarif termurah hotel ini Rp1.755.390 per malamnya. Gayus Tambunan rencananya akan diterbangkan ke Indonesia pada Rabu (31/3) pagi dengan pesawat komersil melalui Bandara Changi, Singapura.

Sebelumnya dalam jumpa pers di Mabes Polri Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang memastikan bahwa posisi Gayus di Singapura sudah terdeteksi. Polri pun sudah mengambil langkah untuk mengamankan Gayus.

Tahan Pengacara

Penyidik Mabes Polri telah menahan seorang pengacara Haposan Hutagalung dan seorang perwira yang menjadi penyidik Kompol Arafat sebagai tersangka kasus Gayus. Edward Aritonang mengatakan, kedua tersangka mulai ditahan sejak Senin (29/3) malam. Namun Aritonang belum bersedia menyebutkan perkara apa yang dilakukan oleh Hutagalung dan Arafat hingga menjadi tahanan Polri.

Aritonang mengatakan, Hutagalung pernah menjadi pengacara Gayus Tambunan pada 8 Juni hingga 1 September 2009. "Namun, perbuatan yang dilakukan dia bukan dalam kapasitas sebagai pengacara Gayus tapi di luar tugasnya sebagai pengacara," kata Aritonang.

Ia menegaskan, perbuatan yang dilakukan Hutagalung dilakukan di luar kurun waktu sebagai pengacara Gayus yakni 8 Juni hingga 1 September 2009. "Penyidik menemukan bukti bahwa dia melakukan perbuatan melawan hukum. Nanti, kami akan menjelaskan secara lebih lengkap. Proses masih berjalan," katanya.

Selain itu, penyidik Polri juga menahan Kompol Arafat sebagai tersangka karena diduga menyalahgunakan wewenang sebagai penyidik saat mengusut kasus Gayus. Namun, Aritonang juga belum dapat menjelaskan perbuatan apa yang dilakukan perwira ini.

Sebelum menjadi penyidik di Badan Reserse Kriminal Polri, Kompol Arafat pernah bertugas di Divisi Pembinaan Hukum Polri serta Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK). Aritonang mengatakan, pemeriksaan terhadap perwira itu tidak menutup kemungkinan mengarah kepada penyidik lain atau pimpinan di Badan Reserse Kriminal Polri. Ia menegaskan, penyidik akan terus mengusut kasus ini secara profesional.

Kasus Gayus bermula ketika polisi menetapkan Gayus Tambunan, karyawan Ditjen Pajak, sebagai tersangka kasus rekening mencurigakan Rp25 miliar. Dalam perkembangan, Polri menemukan kejanggalan dalam penyidikan kasus Gayus ini sehingga Polri membuat tim penyidik Polri. Mantan Kabareskrim Polri Komjen Pol Susno Duadji adalah orang pertama kali yang menyebut adanya pelanggaran dalam penyidikan itu. (dtc/Ant)

Sumber

0 comments:

Silakan dikomentari ya. Klik subscribe by email untuk notifikasi balasan. Terimakasih.