Bocah Kecil yang Ceria

Ya, ketika kau melihat raut wajahnya, kaupun kan ikut tersenyum ceria. Senyumnya tak hanya bagi dirinya, namun juga menularkan ke sekitarnya. Wajah yang mungil dan lucu yang selalu mengingatkan kita pada saat 10 atau 20 tahun yang lalu. Saat itu kita tak pernah memikirkan rumitnya urusan dunia. Saat itu kita hanya tau tertawa dan menangis. Tertawa saat ada apa saja yang lucu dan menyenangkan, namun menangis bukan karena bingung dan tak tahan memikirkan dunia yang fana ini. Wajah kecil mungil yang lucu tak punya beban akan masalah yang ada.

Bocah itu pun pulang berjalan kaki di bawah teriknya matahari yang menyerap suhu dingin di kulit ku. Namun ia tetap berkomat-kamit melantunkan lagu kesenangannya. Ntah lagu apa yang membuatnya tahan berjalan sejauh 5 km tanpa sedikitpun letih yang terpampang di wajahnya. Yang jelas ia sampai ke rumahnya dengan perasaan bahagia walau keringat membasahi sekujur tubuhnya. Mengeluh? tak kan pernah bagi si bocah kecil itu. Dengan seragam merah putihnya, iya terus berjalan maju seakan ia mengerti seluk beluk kehidupan ini. Bahkan spertinya ia mengerti apa makna dari warna seragam yang dikenakannya itu. Berani dan suci, sepertinya begitu.

Dan aku pun terus bergumam dengan sepintas lalu yang ku lewati menatap wajah cerianya. Mungkin setelah ia mengucapkn salam dan mencium tangan ibunya, ia tetap dengan semangat menceritakan kejadian-kejadian unik di sekolahnya. Dan pastinya, sang Ibu terus mendengarkan dengan senyum dan tawa pula. Siapa sangka cerita sang anak bisa menghilangkan rasa letih ibu yang telah mengurusi rumah dari terbit matahari hingga tepat berada di atas ubun-ubun kepala. Sungguh beruntung mereka memiliki anak ceria yang tak pernah membawa duka.

2 komentar:

  1. itu adekmu Sai?? lucu banget...

    BalasHapus
  2. Bukan... itu cuma googling aja.. aku gak punya adek..hhe..

    BalasHapus

Silakan dikomentari ya. Klik subscribe by email untuk notifikasi balasan. Terimakasih.